
What a Data Analyst Does Day-to-Day
Analytics · 13 Jan 2026
A practical, seniority-based guide to the day-to-day work of data analysts with sample job descriptions and skills.

data analytics: Panduan praktis untuk memahami, menerapkan, dan mengukur nilai bisnis secara nyata.
Data adalah cerita—dan data analytics adalah keterampilan membaca cerita itu secara tepat. Jika kamu ingin membuat keputusan yang lebih cerdas, bukan tebakan, maka memahami empat jenis analytics adalah langkah pertama yang tak boleh ditunda. Di artikel ini, kita akan membongkar tiap jenis: deskriptif yang menjawab apa yang terjadi, diagnostik yang mengungkap mengapa sesuatu terjadi, prediktif yang memperkirakan apa yang akan terjadi, dan preskriptif yang memberi rekomendasi tindakan. Selain konsep, kamu akan dapat contoh konkret: metrik penjualan yang dipakai di dashboard, model regresi sederhana untuk forecast demand, serta bagaimana optimasi harga berbasis simulasi mengubah margin keuntungan. Kita juga bahas kapan memilih tiap jenis analytics berdasarkan kesiapan data dan tujuan bisnis; misalnya, jangan buru-buru pakai machine learning kalau datamu belum bersih atau volume belum cukup. Akan ada panduan langkah demi langkah implementasi di perusahaan: menilai kesiapan data, membentuk tim, menetapkan governance, sampai rekomendasi arsitektur teknologi (warehouse vs lake, pipeline ETL/ELT, analitik real-time). Aku akan berbagi contoh studi kasus singkat yang realistis agar kamu bisa melihat alur dari masalah bisnis ke insight dan akhirnya tindakan yang terukur. Bacaan ini juga memperlihatkan metrik ROI untuk tiap jenis analitik sehingga kamu bisa menghubungkan project analytcs ke hasil bisnis nyata. Siap belajar praktikal dan bertindak? Yuk, kita mulai menggali bagaimana data analytics bisa jadi keunggulan kompetitif nyata untuk kamu dan tim.
Analisis deskriptif fokus pada menjawab: apa yang terjadi? Tujuannya sederhana—mengubah data mentah jadi ringkasan yang mudah dimengerti. Contoh pertanyaan yang dijawab: Berapa total penjualan minggu lalu? Bagaimana tren trafik web kuartalan? Berapa churn rate bulanan? Metrik umum termasuk revenue, transaksi, unique visitors, churn rate, average order value (AOV), dan conversion rate. Laporan tipikal: revenue by channel, funnel conversion, cohort retention, serta heatmap aktivitas pengguna. Teknik dasar yang dipakai: ETL untuk membersihkan dan mengkonsolidasikan data; SQL untuk querying; dashboarding tools seperti Metabase, Tableau, atau Power BI untuk visualisasi.
Alat & teknik:
| Jenis Laporan | Tujuan |
|---|---|
| Sales Summary | Merangkum revenue harian/mingguan |
| Traffic Overview | Memantau sumber trafik utama |
| Cohort Retention | Melihat retensi berdasarkan tanggal akuisisi |
| Product Performance | Identifikasi SKU terbaik dan terburuk |
| Churn Dashboard | Memantau pelanggan yang berisiko |
Prinsip praktis: mulai dari pertanyaan bisnis sederhana. Jangan langsung buat model kompleks jika kebutuhan hanya insight deskriptif. Dashboard yang baik jawab pertanyaan sehari-hari tim dan bisa dilihat tanpa penjelasan panjang.
Diagnostik membantu kamu memahami mengapa sesuatu terjadi. Ini melibatkan drill-down, korelasi, dan analisis akar masalah. Kamu mungkin melihat penurunan penjualan 15% dalam sebulan—diagnostic analytics menjawab: apakah itu karena turunnya traffic, penurunan conversion, atau masalah stok? Metode umum termasuk segmentation, cohort analysis, anomaly detection, dan root cause analysis (RCA).
Contoh aplikasi bisnis:
| Metode | Deskripsi |
|---|---|
| Drill-down | Membelah metrik besar ke rincian granular |
| Korelasi | Mengidentifikasi hubungan antar variabel |
| Segmentation | Membandingkan kelompok pengguna berbeda |
| Anomaly Detection | Menemukan outlier waktu nyata |
| Root Cause Analysis | Metode sistematis (5 Whys, Fishbone) |
Tip praktis: validasi hipotesis dengan data terpisah, jangan terpancing korelasi yang salah arti. Diagnostic analytics membutuhkan kombinasi curiosity dan metodologi yang terstruktur.
Prediktif menjawab: apa yang kemungkinan akan terjadi? Ini menggunakan model statistik dan machine learning untuk forecasting dan scoring. Algoritma umum: regresi linear/logistik, time series (ARIMA, Prophet), decision trees, random forest, dan model boosting (XGBoost, LightGBM). Prediktif dipakai untuk demand forecasting, churn prediction, risk scoring, dan personalization.
Persyaratan data:
Metode evaluasi umum: RMSE/MAPE untuk regresi, AUC/ROC dan precision-recall untuk klasifikasi. Validasi silang dan backtesting time-series penting untuk mencegah overfitting. Contoh praktis: jika model forecast MAPE 12% pada holdout, bandingkan dengan baseline naive forecast (MAPE 20%)—itu menunjukkan nilai model.
Implementasi prediktif juga memerlukan pipeline untuk inference: model training terjadwal, deployment (API), monitoring drift, dan retraining. Tanpa pipeline, model bagus pun cepat usang.
Preskriptif bukan hanya memprediksi; ia merekomendasikan tindakan terbaik. Tekniknya mencakup optimasi (linear programming), simulasi (Monte Carlo), dan recommendation engines berbasis contextual bandits. Fokusnya: memaksimalkan KPI sambil mematuhi constraint seperti budget, inventory, atau risiko.
Untuk jadi berguna, rekomendasi preskriptif harus diintegrasikan ke workflow operasional: decisioning engines, automation scripts, atau A/B testing untuk validasi. Contoh konkret: sistem rekomendasi dynamic pricing yang update harga tiap jam berdasarkan demand forecast, competitor price, dan inventory levels. Langkah implementasi: definisikan objective function, bangun model optimasi, integrasikan ke sistem checkout, lalu ukur hasil via uplift testing.
Analitik bekerja berjenjang: deskriptif → diagnostik → prediktif → preskriptif. Pada praktiknya, tiap tahap membangun fondasi bagi tahap berikutnya. Misalnya, tanpa data deskriptif yang akurat, model prediktif bias dan rekomendasi preskriptif berisiko. Kapan memilih tiap jenis?
| Jenis Analitik | Tujuan | Kebutuhan Data |
|---|---|---|
| Deskriptif | Ringkasan & monitoring | Low — aggregate metrics |
| Diagnostik | Mengungkap akar masalah | Medium — granular events |
| Prediktif | Forecast & scoring | High — historis & features |
| Preskriptif | Rekomendasi tindakan optimal | Very High — model + operational data |
| Nilai Bisnis | Short to long-term impact | Increase with maturity |
Pengukuran ROI berbeda tiap tahap: deskriptif ukur time saved dan faster decisions; diagnostik ukur mitigasi masalah; prediktif ukur uplift vs baseline; preskriptif ukur keputusan yang diotomasi dan dampak finansial. Pilih pendekatan bertahap: mulai dari quick wins deskriptif, lalu bangun kapabilitas data engineering untuk naik ke diagnostik dan prediktif.

Menerapkan analytics memerlukan kombinasi orang, proses, dan teknologi. Langkah implementasi praktis:
Infrastruktur & arsitektur:
Studi kasus singkat: sebuah ritel online memulai dengan dashboard deskriptif untuk memantau sales dan inventory. Setelah 3 bulan, diagnostic analysis menemukan produk tertentu sering sold-out karena forecasting yang buruk. Mereka implementasikan model prediktif sederhana (time series) dan integrasikan rekomendasi reorder ke sistem ERP—hasil: stockout turun 45% dan revenue meningkat 8% dalam kuartal pertama.
Untuk kamu yang pemula: fokus pada proyek yang jelas ROI-nya. Pelajari SQL dan basic visualization dulu. Bangun portfolio project dengan dataset nyata—ini langkah paling efektif menuju mastery.
Kesimpulannya, memahami lanskap analitik—dari deskriptif sampai preskriptif—membuat kamu bisa memilih alat dan pendekatan yang tepat untuk masalah spesifik. Mulai dari pertanyaan bisnis sederhana. Kembangkan hipotesis. Validasi dengan data. Dan iterasi terus. Langkah praktis selanjutnya: identifikasi satu masalah paling mengganggu di pekerjaanmu, kumpulkan data terkait, dan buat dashboard deskriptif sebagai MVP. Setelah itu, gunakan diagnostic analytics untuk menggali akar masalah; bila historis data memadai, kembangkan model prediktif; dan akhirnya, uji rekomendasi preskriptif via eksperimen. Dengan pendekatan bertahap, investasi waktu dan teknologi jadi lebih terukur, dan kamu lebih cepat menunjukkan nilai bisnis nyata. Ingat, data analytics bukan hanya soal teknik—itu soal mengubah insight jadi aksi yang berdampak. Jika kamu ingin belajar lebih mendalam, kunjungi learn.dedensembada.com untuk course dan proyek hands-on yang dirancang untuk pemula seperti kamu.

Analytics · 13 Jan 2026
A practical, seniority-based guide to the day-to-day work of data analysts with sample job descriptions and skills.

Analytics · 12 Jan 2026
SQL for data analysts — Master 10 real-world queries with examples, tables, and actionable tips to analyze, join, and summarize data.

AI · 29 Dec 2025
OpenAi rolls out GPT-5.2 across ChatGPT tiers with Instant, Thinking, and Pro variants for improved accuracy and coding.

AI · 29 Dec 2025
OpenAI, Disney reach $1B deal to license 200+ characters for Sora; three-year license, APIs and ChatGPT integration announced.

Analytics · 23 Dec 2025
learn data trends now: 12 practical skills to master analysis, visualization, ML, cloud platforms, pipelines, and governance.

AI · 23 Dec 2025
disco: Google Labs debuts GenTabs on Dec. 11, 2025 to convert open tabs into AI-powered web apps for complex tasks.

Analytics · 12 Dec 2025
modern data teams guide: roles, lifecycle, tools, governance, hiring — practical tips to build better data teams

AI · 19 Nov 2025
cloudflare down on Nov 18 disrupted major services globally; postmortem blames a Bot Management file and confirms full restoration by 17:06 UTC.

Analytics · 19 Nov 2025
Data visualization techniques to explain complex data to non-technical stakeholders with five patterns and examples.